Pementasan Monolog Inggit adalah sebuah pentas yang menghadirkan Happy Salma untuk memerankan Inggit Garnasih dengan arahan sutradara Wawan Sofwan dan penulis Naskah Ahda Imran.
Sejarah hanya menceritakan bahwa Inggit adalah salah satu Istri Soekarno yang sangat setia namun lebih dari itu Inggit adalah salah seorang paling amat berjasa pada keteguhan dan keyakinan Soekarno akan perjuangannya.
Dalam sebuah tulisan Rocky Gerung, Dosen Filsafat Universitas Indonesia menuliskan “Saya membayangkan: Di suatu malam di ujung Desember 1930, Sukarno sibuk menyiapkan pidato di ruang bacanya, di tengah tumpukan buku dan kopi panas. Dan di kamar tidur Inggit dengan tekun menjahitkan kancing jas Kusno (begitu Inggit memanggil Sukarno), supaya ia tampak gagah di depan ruang sidang esok harinya. Dan benar terjadi, pidato Sukarno, dengan judul maha dahsyat itu -INDONESIA MENGGUGAT- meledak laksana kilat, membelah langit imperialisme, mengobarkan api nasionalisme”
(lagi…)
MAINFEST # 1 merupakan mainteater festival, dimana mainteater akan menyelenggarakan sebuah event yang didalamnya mencakup pameran dokumentasi mainteater berupa naskah-naskah teater, poster, booklet dan video karya seni pertunjukan mainteater selama beberapa dasawarsa dan pertunjukan live serta pertunjukan dalam bentuk show case.
Mainfest akan menyuguhkan beberapa show case yang mengangkat wacana aktual yang terjadi di masyarakat. Selain aktual, naskah-naskah yang dipentaskan juga baru alias belum dipentaskan. Wacana urban menjadi sorotan utama yang akan diketengahkan.
Urbanisasi bukan hanya perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari desa (kota kecil, daerah) ke kota besar (pusat pemerintahan) atau perubahan sifat suatu tempat dari suasana (cara hidup) desa ke suasana kota, melainkan menjadi ladang subur tumbuhnya peradaban baru. Urbanisasi kemudian menjadi masalah utama peradaban.
Sebuah pertunjukan teater internasional dari anak jalanan perempuan di Bandung
Sebuah cerita tentang kehidupan yang keras di jalanan dan bagaimana mimpi-mimpi bisa menjadi kenyataan
Tidak pernah ditampilkan di Bandung sebelumnya!!
PROGRAM KAMI
Di Bandung ada lebih dari 5000 anak jalanan. Mereka memiliki bakat dan kreatifitas yang luar biasa. Karena anak jalanan perempuan harus pertahan hidup dijalanan, mereka sulit untuk menemukan bakatnya.
Kami menggunakan kekuatan yang ada di dalam teater, seni dan musik untuk menumbuhkan kebanggaan dan harga diri yang mereka punyai.
Program ini juga bertujuan untuk membuat anak jalanan tersebut terlibat lebih dalam di kehidupan bermasyarakat dan kemudian menciptakan kesempatan yang lebih luas untuk mereka di masa depan.
Di bawah bimbingan artistik dari mainteater Bandung dan Ubuntu Theatre Organisation Amsterdam, dan didukung oleh Yayasan Bahtera. Anak jalanan perempuan telah berproses untuk membuat sebuah pertunjukan teater. Dalam pertunjukan tersebut, mereka dipicu untuk berpikir kreatif yang hasilnya kemudian diproses menjadi sebuah bentuk ekspresi dalam memperjuangkan hak-hak mereka dan mengekspresikan kisah jalanan yang menyentuh kepada masyarakat umum.
Program ini terjadi berdasarkan kerja sama internasional yang dibentuk oleh organisasi-organisasi dari Indonesia dan Belanda. Semua yang terlibat di dalamnya bersifat sukarela untuk bersama-sama membuat sebuah pertunjukan internasional yang indah, menyentuh, menarik dan yang terpenting – UNIK.
ORGANISASI PENYELENGGARA
Ubuntu Theatre Organisation berjuang sekuat tenaga agar anak-anak jalanan merasa diterima. Bekerja sama dengan organisasi-organisasi lokal di seluruh dunia, kami memastikan anak jalanan dapat bersinar melalui pementasan teater yang dibuat oleh mereka sendiri! Ubuntu didirikan di Belanda sejak tahun 2006.
(lagi…)
Teater Lakon dari Utrecht – Belanda, bekerjasama dengan Teater Garasi dan Yayasan Umar Kayam Yogyakarta mengadakan tour teater boneka berjudul “Monyet Loe!” di kota-kota di Jawa Tengah (Solo, Delanggu, Tawangmangu, Wonogiri, Pati, Tegal, Slawi), Jawa Barat (Bandung kota, Lembang, Ciwidey, Majalengka), Medan, Aceh Tenggara (Ketambe, Lawu Aunan), Jakarta, dan Yogyakarta pada 1 Juli- 31 Agustus 2010.
“Monyet Loe!” adalah sebuah pertunjukan teater visual dengan menggunakan boneka dan topeng. Pertunjukan untuk anak-anak ini bercerita tentang persahabatan antara seorang anak jalanan dengan orangutan. Tokoh orangutan diambil berdasar pada tema pertunjukan yaitu tentang pengrusakan hutan yang dilakukan oleh manusia sehingga beberapa habitat hewan liar terancam punah.
Boneka-boneka dan topeng-topeng dibuat oleh Aletta Smeets dan Ista Bagus Putranto, dua aktor untuk pertunjukan ini. Dalam proses kreatifnya, mereka mencari kombinasi teknik-teknik teater dan aspek-aspek kebudayaan perpaduan antara Indonesia dan Belanda.
Pertunjukan ini telah dikelilingkan di Belanda pada tahun 2009 lalu dan dikelilingkan untuk anak-anak Indonesia pada tahun ini.
(lagi…)
KIAMAT atawa Dunia Tak Lama Lagi Pasti Hancur bercerita tentang Bumi yang akan luluh lantak (baca: KIAMAT) dalam waktu sebulan lagi. Seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman, Profesor Guck, mengetahui hal ini dan berusaha memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa dunia akan hancur karena terjangan sebuah komet yang akan menghantam Bumi satu bulan lagi!
(lagi…)