“INGGIT” Sebuah monolog

monolog inggitPementasan Monolog Inggit adalah sebuah pentas yang menghadirkan Happy Salma untuk memerankan Inggit Garnasih dengan arahan sutradara Wawan Sofwan dan penulis Naskah Ahda Imran.

Sejarah hanya menceritakan bahwa Inggit adalah salah satu Istri Soekarno yang sangat setia namun lebih dari itu Inggit adalah salah seorang paling amat berjasa pada keteguhan dan keyakinan Soekarno akan perjuangannya.

Dalam sebuah tulisan Rocky Gerung, Dosen Filsafat Universitas Indonesia menuliskan “Saya membayangkan: Di suatu malam di ujung Desember 1930, Sukarno sibuk menyiapkan pidato di ruang bacanya, di tengah tumpukan buku dan kopi panas. Dan di kamar tidur Inggit dengan tekun menjahitkan kancing jas Kusno (begitu Inggit memanggil Sukarno), supaya ia tampak gagah di depan ruang sidang esok harinya. Dan benar terjadi, pidato Sukarno, dengan judul maha dahsyat itu -INDONESIA MENGGUGAT- meledak laksana kilat, membelah langit imperialisme, mengobarkan api nasionalisme”

Lalu sejarah tumbuh dengan cara lain: ruang baca Sukarno meluas menjadi ruang nasional, lalu tumbuh menjadi ruang Republik. Bintang kehormatan dan puja-puji menempel mentereng di jas Sukarno. Dan kamar tidur Inggit, bertahun-tahun kemudian, ia tempati kembali seorang diri. Inggit menolak dimadu. Ia memilih berpisah.

Kalau Kusno berani mengatakan “Tidak” pada kolonialisme, mengapa aku mesti tidak berani mengatakan hal yang sama padanya ketika dia ingin menjadikan perempuan sebagai koloni lelaki?  Seperti tanah air yang dibelanya, aku bukanlah koloni.

Kegiatan

NAPAK TILAS

Demi meraih ruh dan mengingat kembali jejak-jejak Inggit, kami akan mengadakan napak tilas yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Minggu/18 Desember 2011

Waktu: Pukul 11.00 s/d 18.00 WIB

Rute: Gedung Indonesia Menggugat (Jl. Perintis Kemerdekaan no. 5) – Penjara

Banceuy – Makam Inggit (Babakan Ciparay) – Museum Inggit (Jl. Inggit

Garnasih no. 8)

 

KONFERENSI PERS

Hari/Tanggal: Senin/19 Desember 2011

Waktu: Pukul 09.00 s/d selesai

Tempat: Gedung Indonesia Menggugat Jl. Perintis Kemerdekaan no. 5 Bandung

 

ROAD SHOW TO CAMPUS

Diadakan sebagai bentuk promosi kami dalam mengundang mahasiswa dan masyarakat umum untuk datang dan mengapresiasi pertunjukan kami.

Hari/Tanggal: Senin/19 Desember 2011

Waktu: Pukul 12.00 s/d selesai

Tempat: ITB, ITENAS, UPI, UNISBA, UNPAS

DISKUSI PUBLIK

Diskusi mengenai isu Inggit bersama penulis, pengamat sejarah dan tokoh perempuan.

Hari/Tanggal: Rabu/21 Desember 2011

Waktu: Pukul 11.00 – 13.30 WIB

Tempat: Selasar Sunaryo Art Space

 

GLADI RESIK

Latihan terakhir sekaligus gladi resik pementasan dimana media dapat mengambil gambar

Hari/Tanggal: Rabu/21 Desember 2011

Waktu: Pukul 20.00 WIB

Tempat: Gd. Dewi Asri STSI, Jl. Buah Batu 212 Bandung

PEMENTASAN

Puncak dari rangkaian acara Monolog Inggit

Hari/Tanggal: Kamis/22 Desember 2011

Waktu: Pukul 15.30 (mahasiswa) dan 20.00 WIB (umum)

Tempat: Gd. Dewi Asri STSI Jl. Buah Batu 212, Bandung

 

 

Tim Kerja

Penulis Naskah: Ahda Imran

Sutradara: Wawan Sofwan

Pemain: Happy Salma

Penata Artistik: Deden Jalaludin Bulqini

Penata Musik: Enry Johan Jaohari

Desain Grafis: Pidi Baiq

Stage Manager: Rizkika Lukman Hakim

Stage Crew: Aep Suherman, Ipril, Sahlan Bahuy

Pelatih Taichi: Deden Syarief

Produser: Happy Salma

Asisten Produser: Pradetya Novitri

Sekretaris: Tri Asih Puspitaningtyas

Marketing: Sarah Safitri Nurbaihaqi

Publikasi: Karlinda Sebastian, Ahmad Nur

Tim Jakarta: Yulia Evina Bhara

Dokumentasi: Agus Bebeng, Arief Dwinanto, The Panas Dalam

Koord.  Napak Tilas: Tri Asih Puspitaningtyas

Koord.  Roadshow : The Panas Dalam

Koord. Volunteer: Deden M. Sahid

 

Persembahan dari

mainteater, Titimangsa Foundation

Penyelenggara

emtiarts, The Panas Dalam, Djarum Foundation Bakti Budaya, Antangin JRG

Pendukung

Selasar Sunaryo Art Space, STSI Bandung, Gedung Indonesia Menggugat

 

Contact person:

Pradetya Novitri 0856.2057.993 / 081.394.269.285

pradetya.novitri@gmail.com / emtiarts.bandung@gmail.com

MAINFEST # 1

MAINFEST # 1 merupakan mainteater festival, dimana mainteater akan menyelenggarakan sebuah event yang didalamnya mencakup pameran dokumentasi mainteater berupa naskah-naskah teater, poster, booklet dan video karya seni pertunjukan mainteater selama beberapa dasawarsa dan pertunjukan live serta pertunjukan dalam bentuk show case.

Mainfest akan menyuguhkan beberapa show case yang mengangkat wacana aktual yang terjadi di masyarakat. Selain aktual, naskah-naskah yang dipentaskan juga baru alias belum dipentaskan. Wacana urban menjadi sorotan utama yang akan diketengahkan.

Urbanisasi bukan hanya perpindahan penduduk secara berduyun-duyun dari desa (kota kecil, daerah) ke kota besar (pusat pemerintahan) atau perubahan sifat suatu tempat dari suasana (cara hidup) desa ke suasana kota, melainkan menjadi ladang subur tumbuhnya peradaban baru. Urbanisasi kemudian menjadi masalah utama peradaban.

Mainfest ini digelar bukan untuk membenahi peradaban yang kian rumit, khususnya persoalan urban. Melainkan hanya sebuah jalan kecil menuju jalan-jalan lain untuk menemukan satu tujuan, yakni: keseimbangan budaya. Tentunya butuh pemecahan yang kompleks dan komprehensif dalam menangani persoalan urban. Melalui media seni teater diharapkan masyarakat terinterupsi dari hiruk pikuk kehidupan pasif. Setiap pertunjukan yang disajikan tidak semuanya menjawab setiap persoalan secara gamblang, tetapi justru memungkinkan untuk menawarkan persoalan-persoalan baru untuk direnungkan bersama-sama.

 

Sabtu – Minggu │12 – 13 November 2011 │Pkl.  10.00 – 22.00 WIB
Gedung Indonesia Menggugat │Jl. Perintis Kemerdekaan no. 5 Bandung

 

[ EXHIBITION ] │ Pkl. 10.00 – 20.00 WIB

Corner # 1  >> Sketch & Stage Miniature  “ GOD IS A DJ “ │ “DISCO PIGS” │ “ UNTER EIS” │ “ ELECTRONIC CITY” │ “ LADANG PERMINUS “ │ Video Compilation mainteater show

Corner # 2  >> Art Project & Multimedia “ GOD IS A DJ “ │ Art Installation “ KURUSERTA SUATU KETIKA “ │  Art Installation “WORLD WITHOUT WORDS “  │ Art Installation “TUKANG CUCI “ │ Art Exhibition/ Showcase mainteater

 

[ SHOW ON STAGE ]

 

“ TUKANG CUCI “ [Karya: Mardi Luhung│Sutradara: Sahlan Bahuy]
Sabtu 12 November 2011 Pkl 15.30 WIB

SINOPSIS │Apa yang terbayang dalam benak anda ketika mendengar kata “tukang cuci”: profesi seorang perempuan tua yang memberikan jasa mencuci pakaian siapa pun yang membutuhkan jasanya? Salah!

Tukang cuci yang satu ini adalah laki-laki bernama Tukang Cuci yang hanya mencuci pakaian istrinya. Atas dasar kesadaran tak terumuskan terhadap Istrinya lah yang membuatnya rela menjadi tukang cuci. Meski Istrinya kini menjelma ikan paus, penyuka aksesoris mawar yang menempel pada pakaian, pengoleksi bra ekstra besar, pemilik rok yang terbuat dari bahan seragam serdadu, dan doyan minta dipulangkan pada orang tuanya yang menjadi pengungsi tetap korban bencana.

Inilah kisah jenaka karya mardi luhung tentang paradoks relasional lazimnya pasangan suami istri. Dikemas meracau dengan menceritakan segala tetek bengek yang berkaitan dan atau tidak berkaiatan sama sekali dengan pakaian istrinya yang sedang dicuci.

 

“ KURUSETRA SUATU KETIKA “ [Karya/Sutradara: Arya Sanjaya]
Sabtu 12 November 2011 Pkl 19.30 WIB

SINOPSIS │Saat Bhisma masih menunggu sang surya menuju uttarayana untuk kembali ke alam sunya, masa lalu menghampirinya lewat dialognya dengan Basukarna, yang pada malam itu datang padanya untuk mohon restu karena dia diangkat menjadi senapati ing laga wangsa Kurawa, menggantikan Bhisma.

Lewat perbincangan yang penuh gugat, terkuak juga sebuah peristiwa yang melibatkan Dewi Amba, yang pada reinkarnasinya kemudian menjadi Srikandi, pada siapa Bhisma pernah berjanji tak akan melakukan perlawanan pada pertemuan mereka di padang Kurusetra kelak.

 

“ WORLD WITHOUT WORDS “ [Karya: Dea Loher│Penerjemah/Monolog: Heliana Sinaga│Konsultan Seni Rupa: Heru Hikayat]
Minggu 13 November 2011 Pkl 15.30 WIB

SINOPSIS │

Pelukis berinisial R.

Pelukis berinisial K.

Keduanya sama-sama memiliki karya rupa yang khas dan menarik. Namun kedua pelukis tersebut punya prinsip hidup yang bertolak belakang. Mereka saling mengagumi sekaligus menyimpan iri.

Suatu ketika mereka larut dalam pikirannya masing-masing: ingatan pada masa perang yang kelam: tentara yang berpatroli, bau mesiu, orang orang yang terluka, darah, semua merah, semua hitam!!!

R & K mempertanyakan dimana itu kebahagiaan, dimana itu rasa sakit: Abu-abu, karena itu di dalam dunia mereka hanya ada Hitam, Putih, Merah, Coklat; GAMBAR.

 

“ GOD IS A DJ “ [Karya: Falk Richter; Sutradara: Deden Syarief│Dramaturg: Wawan Sofwan]
Minggu 13 November 2011 Pkl 19.30 WIB)

SINOPSIS │2 orang seniman. Seniman laki laki berprofesi sebagai digital Jockey (DJ) dan seniman perempuan yang berprofesi sebagai film maker. Mereka terpilih dalam sebuah kompetisi dan berkumpul dalam satu studio untuk berkolaborasi. Mereka membuat karya karya berdasarkan pengalaman masing-masing (sebelum dan selama mereka berada dalam studio itu). Mereka tidur, makan, memasak dan membuat karya di studio tersebut. Aktivitas keseharian mereka dikolaborasikan dalam sebuah karya. Sehingga kehidupan pribadi dan karya sudah tak bisa dibedakan lagi. Dalam jangka waktu tertentu, sang produser mengundang para penonton untuk datang ke studio tersebut untuk mendengarkan cerita dan proses kreativ mereka.

Dalam pandangan Falk Richter, DJ seperti Tuhan. Ketika Dj memainkan musik, orang-orang mengikuti irama musik tersebut. Lalu ketika Dj mengubah musiknya, maka orang-orang akan merubah pola geraknya. Setiap jenis musik yang dimainkan oleh Dj, pasti diikuti oleh gerak pendengarnya. Pada saat itulah DJ menjadi seperti tuhan.

GRATIS!


Pradetya Novitri
+628562057993 , +6281394269285
pradetya.novitri@gmail.com
mainteater@yahoo.com
mainteater.wordpress.com

WUJUDKAN MIMPIMU!

Sebuah pertunjukan teater internasional dari anak jalanan perempuan di Bandung
Sebuah cerita tentang kehidupan yang keras di jalanan dan bagaimana mimpi-mimpi bisa menjadi kenyataan

Tidak pernah ditampilkan di Bandung sebelumnya!!

PROGRAM KAMI
Di Bandung ada lebih dari 5000 anak jalanan. Mereka memiliki bakat dan kreatifitas yang luar biasa. Karena anak jalanan perempuan harus pertahan hidup dijalanan, mereka sulit untuk menemukan bakatnya.

Kami menggunakan kekuatan yang ada di dalam teater, seni dan musik untuk menumbuhkan kebanggaan dan harga diri yang mereka punyai.

Program ini juga bertujuan untuk membuat anak jalanan tersebut terlibat lebih dalam di kehidupan bermasyarakat dan kemudian menciptakan kesempatan yang lebih luas untuk mereka di masa depan.

Di bawah bimbingan artistik dari mainteater Bandung dan Ubuntu Theatre Organisation Amsterdam, dan didukung oleh Yayasan Bahtera. Anak jalanan perempuan telah berproses untuk membuat sebuah pertunjukan teater. Dalam pertunjukan tersebut, mereka dipicu untuk berpikir kreatif yang hasilnya kemudian diproses menjadi sebuah bentuk ekspresi dalam memperjuangkan hak-hak mereka dan mengekspresikan kisah jalanan yang menyentuh kepada masyarakat umum.

Program ini terjadi berdasarkan kerja sama internasional yang dibentuk oleh organisasi-organisasi dari Indonesia dan Belanda. Semua yang terlibat di dalamnya bersifat sukarela untuk bersama-sama membuat sebuah pertunjukan internasional yang indah, menyentuh, menarik dan yang terpenting – UNIK.

ORGANISASI PENYELENGGARA
Ubuntu Theatre Organisation berjuang sekuat tenaga agar anak-anak jalanan merasa diterima. Bekerja sama dengan organisasi-organisasi lokal di seluruh dunia, kami memastikan anak jalanan dapat bersinar melalui pementasan teater yang dibuat oleh mereka sendiri! Ubuntu didirikan di Belanda sejak tahun 2006.

Yayasan Bahtera Bandung adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang Perlindungan Anak serta isu Trafficking. Pada tahun 2010, Akta Pendirian Yayasan Bahtera – Bandung diperbaharui dan telah mendapatkan pengesahan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: AHU – 1244.AH.01.04. Tahun 2010 tentang Pengesahan Yayasan.

mainteater bandung dibentuk pada tahun 1994 oleh beberapa teaterawan dari Indonesia dan Australia. Tujuan pembentukannya adalah untuk membina pertukaran kebudayaan antarbangsa melalui pertunjukan teater serta pengkajian seni budaya pada umumnya.

TIM KERJA
Aktor/ musisi/ penari : anak-anak jalanan dari Tol Pasteur

Sutradara : Heliana Sinaga
Dramaturg : Renske Hoffman, Wawan Sofwan
Koreografer : Icha Nuraeni
Produser : Linda Eijssen, Pradetya Novitri, Rully Hendarsaya
Konsultan : Adi Prasetyo

Penata Artistik : Maja Markovic, Rizkika Lukman Hakim, Mohammad Aditya
Penata Musik : Enry Johan Jaohari
Desain Grafis : Farid Shobri
Dokumentasi : Maritta Versnel

JADWAL KONFERENSI PERS
4 februari 2011, 13.00
bertempat di Studio Rosid.
Jl.Cigadung Raya Tengah No.42/2 Babakan Jami-Bandung, 40134

JADWAL PEMENTASAN BULAN JANUARI – FEBRUARI 2011
Tanggal Tempat Waktu
2 Februari Tol Pasteur (komunitas—umum) 19.30
4 Februari Studio Rosid 19.30

untuk informasi lebih lanjut atau informasi terbaru tentang pementasan dapat mengunjungi website kami: www.ubuntutheatre.org

Monyet Loe!

Teater Lakon dari Utrecht – Belanda, bekerjasama dengan Teater Garasi dan Yayasan Umar Kayam Yogyakarta mengadakan tour teater boneka berjudul “Monyet Loe!” di kota-kota di Jawa Tengah (Solo, Delanggu, Tawangmangu, Wonogiri, Pati, Tegal, Slawi), Jawa Barat (Bandung kota, Lembang, Ciwidey, Majalengka), Medan, Aceh Tenggara (Ketambe, Lawu Aunan), Jakarta, dan Yogyakarta pada 1 Juli- 31 Agustus 2010.
“Monyet Loe!” adalah sebuah pertunjukan teater visual dengan menggunakan boneka dan topeng. Pertunjukan untuk anak-anak ini bercerita tentang persahabatan antara seorang anak jalanan dengan orangutan. Tokoh orangutan diambil berdasar pada tema pertunjukan yaitu tentang pengrusakan hutan yang dilakukan oleh manusia sehingga beberapa habitat hewan liar terancam punah.
Boneka-boneka dan topeng-topeng dibuat oleh Aletta Smeets dan Ista Bagus Putranto, dua aktor untuk pertunjukan ini. Dalam proses kreatifnya, mereka mencari kombinasi teknik-teknik teater dan aspek-aspek kebudayaan perpaduan antara Indonesia dan Belanda.
Pertunjukan ini telah dikelilingkan di Belanda pada tahun 2009 lalu dan dikelilingkan untuk anak-anak Indonesia pada tahun ini.

Ada dua alasan yang melatari tour ini yaitu:

1. Di Belanda, banyak teater untuk anak-anak, tapi mayoritas tidak ada ‘isi’ atau ‘pesan’ yang disampaikan ke anak-anak.
2. Di Indonesia, banyak teater yang mengandung ‘isi’ atau ‘pesan tertentu, tapi tidak banyak teater untuk anak-anak.
Harapannya, pertunjukan ini bisa menjadi alternatif hiburan baru untuk anak-anak, sekaligus menanamkan dasar pemikiran kepada mereka tentang pentingnya menyelamatkan hutan untuk mempertahankan kehidupan yang ada di dalamnya.

Sinopsis pertunjukan:

Di dalam hutan dimana suara burung-burung dan serangga-serangga terasa memabukkan, ada dua anak orangutan yang sedang bermain, yaitu Hanoman dan kakaknya, Subali. Ketika mereka terlalu asyik bermain sehingga tersesat, Hanoman diambil oleh seorang pemburu liar. Dia dibawa ke kafe di pinggir kota dan sebagai hiburan untuk tamu-tamu kafe itu.
Hanoman sangat sedih hidup dalam sangkar, dia hampir tidak dipelihara dan dia dipaksa menari dengan rok merah jambu. Suatu hari dia berkenalan Anton, anak jalanan yang sering berteduh di teras rumah mewah dimana Honaman dipenjara. Anton sadar bahwa mereka bisa saling membantu berjuang untuk hidup dalam lingkungan masyarakat yang keras. Ketika Hanoman berada dalam situasi yang berbahaya, Anton membantu temannya sekali lagi.

Di samping pertunjukan, dalam tour ini juga ada kegiatan workshop dan diskusi.
Ada dua macam workshop yang disiapkan yaitu:
1. Workshop membuat boneka (hanya untuk anak-anak)
2. Workshop bermain boneka (untuk anak-anak dan orang dewasa)

Tim Kerja:
Sutradara: Jan Smeets dan Trudie Lute
Aktor & Fasilitator: Aletta Smeets dan Ista Bagus Putranto
Penata Musik: Doni Wijanarko
Manager Produksi: Reni Karnila Sari dan Willeke Colenbrander

Tour teater boneka ini terselenggara berkat dukungan Impulsis, Kedutaan Besar Belanda, Anak Wayang Netherland, Yayasan De Beer dan Rumah Bambu. Bekerjasama dengan Teater Ruang – Solo, Institut Seni Indonesia – Surakarta, Yayasan Pongo – Aceh, Orangutan Information Center (OIC) – Medan, Dance Art – Medan, Erasmus Huis – Jakarta, Pondok Anak Pertiwi – Jakarta, Theater for Development (TDE) – Jakarta, Main Teater – Bandung, Balai Bahasa Bandung, Yayasan Ibu dan Child Fund Germany – Bandung, Jatiwangi Art Factory – Majalengka, Teater Qi – Tegal, Karta Pustaka – Yogyakarta, Sanggar Anak Alam – Yogyakarta, Anak Wayang Indonesia – Yogyakarta.

Foto – foto monyet loe!

KIAMAT atawa Dunia Tak Lama Lagi Pasti Hancur

KIAMAT atawa Dunia Tak Lama Lagi Pasti Hancur bercerita tentang Bumi yang akan luluh lantak (baca: KIAMAT) dalam waktu sebulan lagi. Seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman, Profesor Guck, mengetahui hal ini dan berusaha memberitahukan kepada seluruh dunia bahwa dunia akan hancur karena terjangan sebuah komet yang akan menghantam Bumi satu bulan lagi!

Guck pergi menemui Sang Pemimpin! Guck diberi gelar sebagai Pemimpin Tenaga Panas Negara karena penemuannya yang dapat membelokkan komet agar tidak menabrak Bumi. Gelar tersebut tak lama dicabut karena Guck merasa anggapan Sang Pemimpin bahwa kiamat itu rekayasa manusia, rekayasa Yahudi (Freemason, Bolsewik, Yahudi!) terlalu berlebihan. Sang Pemimpin suka dengan ide bahwa kiamat akan menghancur leburkan kemanusiaan. Karena Sang Pemimpin tak kenal kemanusiaan.

Guck pergi berdiskusi dengan dua Diplomat negara berkuasa lainnya. Diplomat satu menganggap kiamat bukan merupakan suatu yang darurat! Diplomat dua tidak ingin keseimbangan Eropa terganggu gara-gara kiamat ini!

KIAMAT. Menjadi Politik.

Guck terkenal di seluruh dunia. Karena Guck secara terus-menerus berkoar-koar Kiamat akan terjadi. Satu bulan lagi, satu minggu lagi, satu hari lagi! Harus ada negara yang mau membeli penemuan Guck dan menjalankan sistemnya. Tetapi, ada birokrasi. KIAMAT harus menunggu! Dia bukan satu-satunya.

mainteater bandung, dalam pementasannya kali ini yang berjudul KIAMAT atawa Dunia Tak Lama Lagi Pasti Hancur mencoba menampilkan suguhan teater yang bersifat komedi satir. Dengan unsur ironi dalam humornya, mencoba mengajak penonton untuk ikut berpikir mengenai betapa nahasnya keadaan politik negeri ini. Adanya tawa dalam getir, mengharapkan penikmat pementasan ini berpikir untuk mulai merubah keadaan dan menjadi pelopor perubahan politik negeri.

 
Hari/Tanggal  : Selasa, Rabu dan Kamis /14 – 16 Desember 2010
Waktu         : Pukul 13.00 dan 20.00 WIB
Tempat        : Gk. Rumentang Siang, Bandung
 
Tim Kerja
Pimpinan Produksi : Pradetya Novitri
Dokumentasi : Pandu Persada
Marketing Sponsor : Sarah Safitri
Sutradara : Sahlan Bahuy dan Boris Heilscher
Penata Artistik : Rizkika Lukman Hakim
Penata Lampu : Aep Suherman
Penata Musik : Gohgor, Enry Johan Jauhari
Penata Kostum : Lela Orenz dan Uswatun Hasanah
Penata Rias : Taufik Oy
Koreografer : Giran Ihlas Munggaran
Stage Manager : Karlinda Sebastian
Stage Crew : Aji Setiawan, Febi, Yono
Dramaturg : Wawan Sofwan dan Heliana Sinaga
Penerjemah : Dian Ekawati
Para Pemain : Agung Purnama Putra, Alis Kariani, Alni R. Herdwiyuni, Apsari AzimatPertiwi, Arki Ambiko, Boris Heilscher, Dewi Kartika, Farid Shobri,Heliana Sinaga, Hendra Sundawijaya, Indrawan Babil, Machmudin, May Ramadhan, Mohammad Aditya, Ubed Jubaidilah, Wawan Sofwan

  • Flickr Photos

    arrival

    Death in Ojai

    Four in a Row [Explored]

    More Photos
  • Blog Stats

    • 10,320 hits
  • Kalender

    Januari 2012
    S S R K J S M
    « Des    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.